Who Care’s??

Hari ini saya ga sholat Jum’at. Capek kali. Badanku serasa ditusuk-tusuk. Penat dan pegal bersekutu mengeroyok kekuatan imanku.

Tapi, terlepas dari itu, perjalanan yang saya lalui tadi malam benar-benar melelahkan. Asli, jika dikumpul, mungkin saya baru tidur 1 jam hingga pukul 13.00 Wib ini.

Yang semakin membuat lelah ketika dinihari tadi sekira pukul 04.00 WIB, saat mobil melaju kencang, tiba-tiba bocor ban di kawasan hutan antara Sidikalang-Kabanjahe.

Gawatnya, setengah mampus buka roda ga bisa, malah kunci rodanya bengkok. Mobil lewat distop tak ada yang mau berhenti. Kalaupun ada, hanya untuk bilang kalau dia tidak punya kunci roda ukuran 14, bahkan ada yang mengaku tak punya kunci roda sama sekali.

Entahlah, kenapa mereka seperti itu. Apakah karena wajah kami yang memang jauh dari mengenakkan untuk dilihat, atau mereka lagi malas keluar mobil karena dinginnya cuaca? Bah, atau jangan-jangan karakteristik orang Indonesia yang katanya pemurah dan penolong benar-benar telah menguap dibawa embun pagi itu?

Sudahlah, yang mana faktor penyebabnya tidak penting lagi. Yang jelas, dua jam kami harus teronggok di badan jalan. Cuaca dinginnya minta ampun, sampai-sampai nafas yang kami hembuskan berasap. Rokok dan candaan menjadi sedikit penawar, walau sesungguhnya tak lebih sebagai upaya kamuflase dari kedongkolan melihat mobil yang melintas melengos begitu saja tanpa perduli kami yang terus mengembik meminta bantuan. Dus, rokok GP yang saya hisap bersambung-sambung, tak cukup untuk melawan hawa dingin yang mengelus langsung ke tulang sumsum.

Dua jam kemudian setelah hari terang, kami memaksakan mobil berjalan dengan kondisi ban belakang sebelah kanan bocor. Sebab, berdasarkan info dari penjual jeruk yang tak jauh dari TKP, ada tukang tempel ban sekira 1 Km lagi.

Mobil Kijang Xenia itu pun dipaksa jalan ditingkahi suara gemerutuk akibat gesekan ban bocor dengan aspal. Si tukang tempel membuka ban dengan mata setengah mengantuk. Tapi, dia betul-betul jadi pahlawan kami malam itu. Lewat tangannya yang kurus tapi bertenaga itulah kami bisa melanjutkan perjalanan.

Hanya, efeknya masih saya rasakan hingga kini. Saya lelah. Teramat lelah malah.
But who care’s??

~ oleh rahmadlbs pada 23 Januari 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: