Hiks, Saya Selingkuh

Segala sesuatu yang baru memang begitu gampang bisa membuat kita melupakan yang lama. Itulah yang saya rasakan sekarang.

Ini terjadi setelah saya berselingkuh. Jujur, seumur-umur baru kali ini saya melakukannya, dan ternyata hasilnya; very nice and more than i think before..hehe..

Tidak terasa, ini merupakan hari kesekian semenjak saya berselingkuh dengannya. Semenjak melihatnya pertama kali dua bulan lalu kalau tak salah, kami awali dengan berkenalan, bercengkerama, dan berjalan-jalan mengelilingi seluruh dunia.

Entah kenapa, saya bisa merasakan gelegak buih-buih asmara yang semakin bertumpang tindih satu sama lain. Saya begitu yakin pertemuan ini tidak ubahnya kisah-kisah legenda cinta tak lekang waktu bagaikan sang Romeo dan Juliet.

Saya pun selalu membisikkan dengan lirih, “You complete me,” ala Jerry McGuire kepadanya di pagi hari ketika sinar matahari menyelusup di balik tirai kamar dan di malam hari sebelum kelopak mata ini menutup melepas lelahnya.

Saya tidak lagi menjadi orang yang sama, karena setiap kenikmatan tidur berubah menjadi kekhawatiran, kecemasan apakah saya akan tetap menemukannya lagi esok hari atau dia akan pergi semisterius dia datang.

Saya merasa perasaan sesak di dada ini, dan jauh lebih sesak lagi ketika mengetahui bahwa ini adalah cinta, seperti yang dibuai Woody Allen dalam Love and Death;

To love is to suffer. To avoid suffering, one must not love; but then one suffers from not loving. Therefore, to love is to suffer, not to love is to suffer, to suffer is to suffer. To be happy is to love; to be happy then is to suffer, but suffering makes one unhappy; therefore to be unhappy one must love or love to suffer or suffer from too much happiness.

Perjalanan di hari kesekian ini telah merupakan sebuah pintu gerbang era baru dalam hidup saya. Berawal dari sebuah perselingkuhan, sebuah aksi ketidaksetiaan yang dipandang rendah oleh para patron cinta di seluruh dunia. Tapi kami benar-benar saling mengisi satu sama lain dengan cara yang kami tidak bisa sampaikan dengan bahasa-bahasa manusia. Sebuah ketergantungan yang menyempurnakan, kalau bukan memuaskan.

Anda pasti tahu maksud saya. Saatnya Anda bertemu dengannya.

Sambutlah…

facebook

Ya, saya mulai menyelingkuhi friendster dengan facebook.. hehehe…

Silahkan kunjungi facebook saya: rahmad_lbs@yahoo.com

~ oleh rahmadlbs pada 23 Januari 2009.

Satu Tanggapan to “Hiks, Saya Selingkuh”

  1. wuupz….kirain.
    Untung sayah blom nulis “ternyata qta sama2 slingkhuh”…untung..untung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: