Malam Minggu yang Menggelikan


Wuah, malam minggu yang menggelikan. Baru tadi rasanya matahari terbit, eh saat saya menyelesaikan blog ini matahari sudah mau terbit lagi. Kondisi saya saat ini benar-benar letih, capek dan malas.

Ya, awalnya sangat malas bagi saya untuk berbagi cerita dengan Anda. Soalnya, nyaris semalaman ini saya telah berbagi cerita panjang lebar dengan orang-orang yang menyenangkan di tiga tempat. Melelahkan memang, tapi sangat nikmat. Menyerupai kenikmatan ejakulasi.. hehe…

Lantas, kenapa saya mengatakan malam minggu ini menggelikan?

Begini ceritanya. Silahkan Anda dekatkan muka Anda ke layar komputer, agar monitor lebih gampang untuk mengirimkan tulisan saya ini ke otak Anda.

Stop!

Cukup. Terlalu dekat ke monitor komputer sangat tidak dianjurkan untuk mata Anda. Ingat, Tuhan hanya menitipkan dua mata untuk Anda pergunakan seumur hidup. Kalau mengurusi yang dua itu saja tidak sanggup, bagaimana Anda bisa mengurusi belasan selingkuhan Anda!

Ok, Sabtu pagi tadi saya awali dengan pemerkosaan sinar matahari pagi terhadap mata saya. Saya baru terbangun setelah sinar matahari itu, tentunya tanpa seizin saya, masuk dari celah-celah jendela kamar dan tiba-tiba sudah menindih mata saya. Kejadiannya sekira pukul 07.00 WIB.

Ups, ternyata hari sudah pagi lagi, begitu saya membatin. Hari-hari makin lama kok makin tidak terasa yah?

Walau begitu, saya harus bersyukur ulah nakal si matahari pagi. Jika tidak, mungkin saya baru akan tersadar dari mimpi indah setelah dia bergerak meninggi. Jika itu terjadi, maka satu janji saya dengan teman di pagi ini bakal berkeping-keping laksana hati seorang pria yang sedang putus cinta.

Alamak, tapi kok rasanya malas banget yah beranjak dari tempat tidur yang sebenarnya juga tidak empuk-empuk amat ini? Apalagi, malam sebelumnya saya baru benar-benar tertidur setelah jarum jam nunjukin angka lima pagi! Penyebabnya, gara-gara teman-teman saya yang menyenangkan menyita waktu istirahat saya dengan mengajak jalan, ngobrol dan cekakan-cekikikan.

Olala, berarti saya hanya menggunakan waktu dua jam untuk tidur. Tapi sudahlah, namanya janji yah emang untuk ditepati. Bergegas saya raih handuk dan kecebar-kecebur di kamar mandi. Prosesi mandi saya tentu tak perlu dijelasin di sini.

Tapi yang jelas, kalau orang kampung saya di Padangsidimpuan menyebutnya dengan mandi layang-layang, maka seperti itulah mandi saya di pagi tadi. Mandi yang tak lebih dari lima menit, include gosok giginya!

Saya hubungi teman yang buat janji tadi. Namanya Roby, dia seorang reporter di Prapanca FM. Karena saya tidak ingin dia lebih terkenal dari saya, maka tentang dia tidak akan saya beberkan panjang lebar di sini.

Kami sepakat untuk bertemu di salah satu rumah makan di kawasan simpang Jalan Wahid Hasyim, Medan. Kebetulan tidak jauh dari tempat tinggal saya. Lantas, dari sana kami bergerak bersama menuju suatu tempat yang memang akan menjadi target operasi kami. Sebelumnya, kami memang sudah menentukan hari ini akan melakukan penyergapan.

Setibanya di tempat target operasi, kami mulai melakukan pengintaian. Roby duluan masuk, saya mengikuti dari belakang. Mata saya awas dan tajam melihat-lihat situasi. Sepertinya tidak akan ada gangguan berarti yang dapat menghalangi langkah Roby di depan. Aksi intelijensi mulai kami lakukan.

Dan sebagaimana operasi intelijen dimanapun, maka pendekatan personal menjadi langkah pertama. Pendekatan personal ini bisa berupa penyamaran untuk lebih mudah bergaul dengan masyarakat sekitar, bertanya ke orang-orang untuk mengumpulkan berbagai informasi penting, melakukan evaluasi untuk menentukan langkah, hingga akhirnya benar-benar bertindak taktis; melakukan penyergapan!

Itu pulalah yang kami lakukan. Begitu tiba, kami mulai bertanya ke beberapa orang-orang yang sudah terbiasa di situ. Beragam informasi penting kami kumpulkan dari orang-orang sekitar. Kami upayakan seakrab mungkin dan bertanya dengan nada tegas tapi bersahabat. Sekali lagi, Roby yang di depan lebih banyak bertanya, sementara saya, lagi-lagi, melirik tajam kesana kemari.

Setelah beberapa informasi penting kami dapatkan, saatnya kami masuk ke langkah ketiga, yaitu evaluasi untuk menentukan apakah kami akan melakukan penyergapan atau tidak. Kami tidak ingin rencana menyergap si target berantakan hanya gara-gara ketidakmatangan proses intelijensi.

Saya berbisik ke telinga Roby. “Cukup. Kita bahas di sana saja,” kata saya sembari menunjuk satu tempat di sudut yang jauh dari perhatian orang.

Roby pun mulai memaparkan hasil investigasinya. Saya hanya manggut-manggut. Informasinya sudah sedemikian lengkap. Sekarang keputusan ada di tangan saya.

Saya akhirnya memutuskan untuk melakukan penyergapan. Tak ada lagi alasan si target untuk lolos dari sergapan kami. Segala seluk beluk informasi tentang dia, kini sudah bulat ada di tangan kami. Dia tidak akan bisa lagi mengelak.

Kami kembali bergegas ke daerah target operasi. Tak menunggu lama, penyergapan pun kami lakukan. Roby yang pertama menangkap. Dia menanyakan ini itu dengan tegas, dan kemudian menyerahkannya ke saya.

Gedubrak…bumm.. bammm..

Handphone yang sudah lama saya idam-idamkan itu kini sudah ada di genggaman saya. Dengan handphone ini saya akan bisa browsing dan mengirim email lebih cepat, karena fasilitas pendukungnya sudah lebih memadai.

Saya tak perlu menyebut merek dan harganya. Saya mendapatkannya juga dengan membayar sejumlah uang. Jadi buat apa saya menjadikan blog yang saya bangun dengan susah payah ini sebagai tempat promosinya. Kecuali vendor-nya mau memasang iklan di sini, dan untuk itu, tentu harus dibarter fulus juga.

Dengan langkah ringan, kami meninggalkan lokasi karena operasi kami sudah berakhir. Saya kini memiliki tiga handphone dengan nomor yang berbeda. Keuntungan terbesarnya adalah, keberadaan saya akan semakin sulit dilacak oleh bos di kantor kalau saya telat mengirim laporan.. hehehe…..

Dari Millenium, ups tadi saya kelupaan yah menyebut daerah target operasi kami? Hmmm.. jujurnya sih nggak kelupaan. Itu memang saya sengaja. Kalau tidak begitu, sepenting apa sih bagi Anda mengetahui saya baru membeli handphone baru tadi pagi? Dan bukankah karena saya tidak beritahu dari awal, sehingga Anda mau membaca tulisan ini sampai ke mari?

HAHAHA… Maafkan saya teman-teman, saya telah memakan waktu Anda. Tapi, TUNGGU dulu. Jangan langsung main close donk.

Ada satu hal penting yang bisa Anda ambil dari cerita saya di atas. Apa itu? Cerita memiliki efek yang luar biasa terhadap orang yang menyimaknya. Kita bisa banyak ‘belajar’ dari cerita.

Kita ikut tersedot masuk ketika sebuah cerita dibawakan dengan tepat. Beberapa orang bilang seperti terhipnotis. Karena itu, untuk Anda, pria-pria yang sedang mendekati cewek, kemampuan bercerita ini akan sangat berpengaruh menentukan hasil pendekatan Anda.

Anda tidak percaya? Lihatlah, cewek sangat suka dengan cerita yang bagus, sama seperti kita para pria. Mereka senang melahap semua gosip, membaca novel-novel romantis, menonton telenovela, bahkan mereka rela nongkrong berjam-jam di depan TV hanya untuk menonton sinetron yang tak ada tamatnya. Semuanya itu adalah CERITA.

Jadi kalau Anda bisa bercerita tentang sesuatu yang sederhana dan menarik, Anda akan berada jauh di atas pria-pria biasa yang pernah dia temui sehari-hari.

Saya tidak meminta Anda menceritakan kejadian-kejadian luar biasa. Cukup sesuatu yang sederhana, tapi dibawakan dengan live dan menarik. Itu sama menyenangkannya seperti cerita petualangan di hutan belantara.

Cerita bisa memberikan emosi yang timbul tenggelam. Dan bila kita bicara emosi, maka cewek adalah makhluk yang paling sensitif soal tersentuh dan penasaran.

Lewat cerita pula, Anda bisa menceritakan diri Anda dengan cara yang berbeda. Anda bisa mengungkapkan kepribadian Anda, hobby Anda, dan lain-lain. Hanya lewat cerita, Anda bisa memaparkannya dengan tidak membosankan.

Bayangkan seorang cewek bertanya, “Kemana aja tadi?”

Sembilan puluh sembilan persen pria akan langsung menjawab, “Oh tadi ke anu, beli anu, buat anu, untuk si anu.”

That’s it.

Bayangkan semua cowok yang dia kenal menjawab demikian dan suatu hari dia bertemu Anda, lantas Anda memberi jawaban yang belum pernah ia dengar sama sekali. Secara tidak langsung, Anda bisa menunjukkan bahwa Anda tidak sama dengan cowok-cowok biasa lainnya.

Dia juga akan melihat Anda sebagai cowok yang menawan dan misterius. Ingat, cewek suka akan sesuatu yang misterius, sesuatu yang tidak masuk akal. Cewek selalu mencari simbol di balik arti dan arti di balik simbol. Nah, cerita adalah salah satu bentuk simbol universal.

Dan muaranya, dia akan sangat penasaran tentang cerita Anda, berusaha mencari jawaban dari Anda, berusaha mengetahui apa yang sebenarnya Anda kerjakan. Tanpa mereka sadari, mereka merasa ingin mengenal Anda lebih jauh untuk menguak ending dari cerita yang Anda miliki.

Sebuah cerita sederhana, namun jika diceritakan dengan cara yang berbeda akan menimbulkan efek yang berbeda.

Ngomong-ngomong, cerita tentang malam minggu saya yang menggelikan masih jauh dari selesai. Tapi berhubung mata saya semakin tak bisa diajak kompromi, maka besok-besok saja saya ceritakan.

Lagipula, masa permintaan dari dua mata saja tidak bisa saya penuhi, bagaimana pula dengan permintaan ***** di luar sana? Hehehehe…… (***)

Medan, 21 Desember 2008

Rahmad

PS: Apa kabar, bro? Bagaimana suasana malam minggu Anda tadi? Apakah malam minggu ini masih Anda lewati dengan mendekam di balik selimut sembari menonton siaran televisi yang makin lama makin tak bermutu?

~ oleh rahmadlbs pada 20 Desember 2008.

2 Tanggapan to “Malam Minggu yang Menggelikan”

  1. hahaha malming kumpul2 ma temen, abis diejek2 dituduh pacaran ma tiga cowok…dijawab NGGAK malah disangka lesbi, suseh dehhh…:))
    tapi seronok lah malming awak kemaren,…

  2. cewek suka hal yang misterius..ah abg kali pengamatan abang ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: