Message dari Perempuan….

Saat saya menyusun beberapa laporan dari perjalanan jurnalistik saya, tentunya untuk diposting ke blog saya nanti agar beberapa teman yang butuh dapat menikmatinya, tiba-tiba ruang message di email saya berkedip menandakan ada message baru masuk.

Hmm.. saya buka, ternyata message dari seorang perempuan yang tak tak perlu saya tulis namanya, yang baru beberapa menit lalu saya kenal di FS. Anak Medan juga, tapi bagi saya dia bukan siapa-siapa. Makanya, perlu saya postingkan di sini dan di blog saya untuk memberi pemahaman kepada Anda.

Biar lebih memudahkan Anda, saya singgung sedikit isi message dari si perempuan yang tak tak perlu saya tulis namanya. Dia bilang, saya meremehkannya, padahal saya baru kenal dia beberapa menit. Waduh, alangkah ruginya orang yang senantiasa menatap apapun dengan begitu seriusnya.

Walau begitu, saya harus menyampaikan dua pengakuan jujur terkait message tersebut. Pertama, saya paling tidak mau untuk meng-add orang sampai dua kali. Bagi saya, hanya sekali kesempatan dalam hidup. Itu berlaku dalam momen dan hal apapun! So, Jika saya tahu saya telah direject, sangat teramat kecil kemungkinan saya akan meng-add orang itu untuk kedua kalinya.

Kejujuran kedua, saya terpaksa membaca balasan message yang dikirimkan si perempuan yang tak tak perlu saya tulis namanya itu secara berulang-2. Karena tulisan si perempuan yang tak tak perlu saya tulis namanya (ups, ini kayaknya yang ketiga neh), lumayan bernas dan menukik tajam kepada pokok persoalan.

Di satu sisi saya senang membaca message itu. Karena awalnya saya berpikir, saya berhadapan dengan seorang perempuan yang kritis dan jujur, tapi lama kelamaan lebih mengesankan sikap emosional.

Dus, di sisi lain, saya tentu berhak menyampaikan pembelaan diri dan berupaya semaksimal mungkin memberi pemahaman baru. Karena itu, saya membalas message si perempuan yang tak tak perlu saya tulis namanya ini dengan konsentrasi ekstra, melebihi laporan-laporan perjalanan jurnalistik yang sedang saya kerjakan sekarang!

Ok, saya akan masuk ke pokok persoalan. Soal apa yang saya tuliskan di blog. Bagi saya, blog adalah media multiguna, bukan semata media untuk mempromosikan diri. Artinya, apapun yang saya tuliskan di situ mengandung dua hal. Pertama, sebagai wahana informasi bagi yang membutuhkan dan belum mengetahui. Sedangkan yang kedua, sebagai ‘kertas’ untuk mendeskripsikan diri dan cerminan memandang berbagai kejadian dari kaca mata pribadi yang tentu sangat subjektif. Keduanya, menurut saya, harus mendapat porsi yang seimbang.

Nah, untuk tujuan yang pertama, tentu informasi itu tidak bisa digeneralisasi kegunaannya. Anda mungkin bisa mendapatkannya dari ribuan situs yang ada di google. Tapi sadarkah Anda, bahwa ribuan orang lainnya tidak mau bersusah payah browsing kesana kemari untuk mendapatkan informasi itu?

Khusus untuk beasiswa dan lowongan kerja. Saya akui, itu teramat sangat mudah untuk menemukannya di google. Tapi Anda tidak tahu apa yang melatarbelakangi saya membuat itu? Ok, saya akan memberi tahu Anda. Karena banyaknya teman-2 yang meminta saya untuk membuat itu dalam blog.

Mengingat keterbatasan ruang dan waktu, maka cara termudah tentunya adalah dengan browsing di internet dan memindahkannya ke blog itu.

Tapi, harap dicatat, tidak semua di blog ini bisa Anda dapatkan di situs lain. Karena, untuk memenuhi tujuan yang kedua (pembuatan blog), tentu saya harus juga menyediakan tempat untuk menuliskan pemikiran dan ide-ide saya.

Pertanyaan berikut, kenapa saya menawarkan membuka blog itu? Saya tidak mengenal Anda. Dan begitu Anda mengapprove saya, bagi saya, Anda adalah teman yang STATUSNYA sama dengan teman-2 yang lain. Siapapun akan saya tawarkan membuka blog ini dengan asumsi, mungkin (sekali lagi mungkin), ada hal yang bisa mereka ambil dari sana.

Ratusan blog sudah saya pelajari sebelum membuat blog ini. Dan saya mendapat kesimpulan, tidak ada blog yang benar-2 sempurna. Tapi lebih tidak sempurna lagi, jika sama sekali tidak ada informasi penting (terlepas informasi itu berasal dari mana) yang termuat dalam blog tersebut. Bagi saya, sangat menyita waktu dan hanya memakan bandwitch jika di blog hanya berisikan foto-foto narsis!

Oya, saya meremehkan? Hmmm.. saya tidak bisa mengomentari cara orang untuk mengambil kesimpulan. Tapi tahukah Anda kenapa begitu banyak orang pemarah? Karena orang tersebut langsung menarik garis apa yang tersirat di pikiran orang, seakan-akan orang tersebut berpikiran sama seperti yang dia pikirkan.

Marah adalah emosi yang Anda format sendiri di kepala Anda. Mungkin, dengan kemarahan itu, Anda berharap orang lain akan semakin SEGAN dan tidak akan SEPELE kepada Anda. Olala, orang yang memformat pikirannya seperti itu, kayaknya harus lebih banyak lagi membaca rubrik-rubrik konsultasi psikologi di majalah atau koran.

Kenapa Anda gampang emosi dengan perkataan orang? Sesungguhnya, menurut yang saya pahami dan pernah saya baca di buku berjudul provokasi (saya lupa nama penulisnya), karena Anda membuat kesimpulan sendiri bahwa orang tersebut MEREMEHKAN Anda. Jadi, bukan perkataannya yang membuat Anda marah, tapi karena Anda mengikuti kesimpulan yang Anda ambil dari pola pikir Anda sendiri.

Intinya, jika Anda tidak suka dengan apa yang saya tulis, itu mutlak sepenuhnya hak Anda. Tapi perlu saya gariskan, saya tidak ingin menghabiskan waktu untuk berbagi cerita dengan orang yang terlalu gampang emosi dan selalu menatap sesuatu dengan begitu seriusnya.

Bagi saya, orang seperti itu bagus hidup di DUNIA LAIN saja, dan saya tidak akan segan-segan mencampakkan message-nya ke trash email saya. Tabik…(***)

Medan, 19 Desember 2008

~ oleh rahmadlbs pada 19 Desember 2008.

Satu Tanggapan to “Message dari Perempuan….”

  1. nghehekhekkhekkk…jadi ni blog udah makan korban ya bang?
    why u so serious girl???? this is JUST BLOG!!!Once again: JUST BLOG!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: