Ayam Kampus PTN Lebih Jaim

LM, tidak terlalu cantik, tetapi cara dia berdandan acap mengundang perhatian orang lain. Selalu mengenakan pakaian seksi dan make up halus, sikapnya pun ramah kepada setiap orang.

Di kampusnya, LM memang dikenal anak gaul. Kepada siapa saja dia sangat terbuka, termasuk teman-teman pria.

Tapi, di balik semua kegenitan pola lakunya, gadis asal Langkat ini dikenal sebagai ‘wanita simpanan’ seorang pengusaha di kota ini. Laki-laki keturunan Tionghoa yang sehari-hari membuka toko elektronik ini acap terlihat menjemput LM di luar kampus.

Mengendarai Terano X-Trail, LM selalu terlihat lincah saat membuka pintu depan mobil itu. “Semua orang tahu dia wanita simpanan,” kata B, mahasiswi satu kampus dengan LM.

”Tapi, soal itu sudah biasa di kampus ini, jadi orang tidak terlalu mempersoalkannya,” tambahnya.

Memang, sejumlah mahasiswa yang saya temui mengaku tidak terlalu terkejut soal fenomena mahasiswi yang menjadi ‘wanita simpanan’ atau ayam kampus ini. “Kami menyebutnya fresh chicken,” kata Ali, mantan aktivis mahasiswa di USU.

Menurutnya, fenomena ayam kampus itu sesungguhnya sudah ada di Medan sejak lama. “Tapi, yang saya tahu, sebagian besar mahasiswi yang bisa dipakek itu berasal dari PTS (perguruan tinggi swasta). Ada juga sih dari PTN, tapi jarang kedengaran. Mungkin, anak PTN lebih bisa jaga image, makanya nggak terlalu keliatan,” papar Ali.

Meski begitu, Ali meyakini, fenomena ayam kampus di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bukan berarti tidak ada. Namun, terkesan lebih tertutup ketimbang mahasiswi PTS. Apalagi, kebijakan PTN yang menerima mahasiswi dari berbagai jalur, membuka kemungkinan mahasiswi yang diterima adalah mahasiswi yang ‘rangkap jabatan’.

“Saya dengar ada juga yang berprofesi seperti itu, tapi dia kuliah malam,” tegas pria yang dulu aktif juga di dunia musik kampus ini.

Apa yang dikemukakan Ali juga dibenarkan R, mahasiswa ekstensi di salah satu PTN di kota ini. “Saya pernah melihat teman saya jalan dengan seorang pengusaha keturunan yang usianya sangat jauh berbeda. Saat itu saya melihat mereka di mall. Dari gayanya sih saya yakin pria itu bukan saudaranya,” cerita R.

R juga mengatakan masih ada rekan lainnya yang diduga ayam kampus. “Saya kebetulan belum pernah melihat secara langsung, tetapi berdasarkan cerita teman-teman, dia juga ayam kampus. Soalnya dari pola kehidupannya tajir banget, sering ganti-ganti mobil yang nganterin,” ujar R.

Cerita R juga diamini Al, mahasiswa ekstensi lain fakultas. “Saya juga punya teman yang bisa dipakek. Tapi, sekarang sudah nggak kuliah lagi kayaknya. Dulu, ketika masih kuliah, dia sering dijemput dengan mobil yang berbeda-beda. Nggak tahu siapa yang jemput,” kata mahasiswa yang kos di kawasan Padang Bulan ini.

Memang, Al menilai ayam kampus yang ada di kampusnya tidak begitu terlihat dibandingkan yang ada di universitas swasta lainnya. “Mereka yang kuliah di negeri umumnya lebih tertutup,” katanya.

Al meyakini masih banyak rekan lainnya yang berprofesi sebagai ayam kampus. “Mungkin karena tuntutan ekonomi, jadinya bekerja seperti itu. Tapi bisa juga kuliah hanya untuk menaikkan harga jual. Karena biasanya jika berprofesi sebagai mahasiswa, biaya gegeknya tinggi,” analisisnya sembari tertawa.

Dayat, seorang pekerja swasta, mengaku mengetahui salah satu simpanan dari pejabat. “Rumahnya terletak di salah satu perumahan elite yang ada di kota ini. Ceweknya mahasiswi UI**. Ini macam,” katanya sembari mengacungkan jempolnya.

Fenomena ayam kampus memang sudah lama menggejala di sekitar kita. Alasan ekonomi senantiasa menjadi pembenar bagi mereka yang rangkap jabatan itu. Namun faktanya, banyak ayam kampus justru berasal dari ekonomi menengah ke atas.

Bahkan, ada pula yang sangat berkecukupan. “Siapa bilang mereka orang miskin. Ada kok yang saya kenal justru anak orang kaya. Pernah saya pakek lagi,” tandas Dayat, kali ini sembari cengengesan.

Bagaimanapun, praktik prostistusi di kalangan kaum terdidik ini tetap tidak bisa dibenarkan, dengan alasan apapun. Namun, apa boleh buat, fakta dan harapan tak selalu sejalan. Ironisnya, itu yang sering terjadi di sekitar kita! (***)

Medan, 17 Desember 2008

Rahmad

~ oleh rahmadlbs pada 17 Desember 2008.

2 Tanggapan to “Ayam Kampus PTN Lebih Jaim”

  1. Salam Kenal dari kami, Masyarakat marginal Sumatera utara

  2. Download Software AL-QUR’AN Pro Ver. 3.0
    Al-Qur’an lengkap 30 juz ( 114 Surat + teks & terjemahan (Arab/English/Indonesia))
    Tafsir Quran Lengkap, Penunjuk waktu sholat, 21 bahasa terjemahan Al-Quran, Al-Qur’an Audio with Voice of Shaikh Sudaish (Imam Mecca).
    Download Gratis Sekarang . Link Download http://www.ziddu.com/download/3082887/Al-QuranProVer.3.0.exe.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: