Tunggu Aku di Beranda Rumahmu

Tunggu Aku di Beranda Rumahmu!

Sore ini,
kalo cuaca lagi bagus
dan motor bututku tidak lagi ngadat
aku akan datang ke rumahmu.


Jika kamu dengar deru motorku
bukalah gerbangmu lebar-lebar
biarkan angin menyapu indah kulitmu.
Dan bunga mawar yang senantiasa
kamu sirami di taman kecilmu
biarkan memancarkan keindahan surgawi.

Sebelum aku datang,
jangan lupa siapkan secangkir kopi dan
sepiring pisang goreng
agar pertemuan kita sehangat pisang goreng dan
secangkir kopi itu.
Untuk kamu,
nanti aku bawa pecal uleg kesukaanmu.

Tapi sebelumnya,
burung perkutut peliharaan ayahmu itu
pindahkan saja dulu ke belakang.
Burung juga perlu suasana baru
biar dia tahu dunia bukan hanya teras rumah.
Lagi pula,
burung itu suka berisik
nanti kita bisa terganggu.

Jangan berdandan terlalu elok
lipstik juga seadanya saja
nanti akan terhapus juga.
Baju tidurmu itu pakai saja
meski sudah agak kumal
tapi keindahanmu terpancar dari sana.

Mungkin aku datang agak sore
tapi aku janji sebelum matahari benar-benar tenggelam
karena senja dan cahayanya
akan semakin menambah romantisnya pertemuan kita.

Sambutlah aku di gerbangmu
dengan sepotong senyummu
secangkir tawamu
sepiring binar matamu
dan biarkan kita melebur dalam cinta
di beranda rumahmu !!

Rahmad Nur Lubis, Medan, 13 Juni 2002


~ oleh rahmadlbs pada 16 Desember 2008.

2 Tanggapan to “Tunggu Aku di Beranda Rumahmu”

  1. ogah nunggu di beranda rumah ah, suka diintipin tukang ojek, ngehahahay

  2. hehehe.. gpplah, itung-2 bagi-2 kenikmatan buat tukang ojek.. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: