Soal Kurang, Ujian CPNS Batubara Ditunda

Soal Kurang, Ujian CPNS Batubara Ditunda

MEDAN (SINDO) – Pelaksanaan ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2008 di Pemprovsu berjalan lancar. Namun, di Pemkab Batubara pelaksanaan ujian dibatalkan karena kekurangan 1.500 soal ujian.

Pembatalan pelaksanan ujian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Pj) Bupati Batubara Syaiful Syafri Sipahutar kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskan Syafri, pelaksanaan ujian dibatalkan dan akan kembali dilaksanakan pada, Kamis (18/12) besok. Pembatalan dilakukan karena tidak semua peserta mendapat lembar soal ujian yang dibuat oleh Universitas Indonesia (UI). Dari 7.230 jumlah peserta ujian yang terdaftar, hanya 5.730 yang kebagian lembar soal ujian, selebihnya 1.500 peserta lagi tidak kebagian.

“Begitu dibagi-bagikan ke peserta, ternyata ada kekurangan 1.500 lembar soal ujian untuk formasi S-1. Atas kesepakatan BKD Pemkab Batubara, perwakilan UI, BKN, Polres Asahan dan panitia penyelenggara penerimaan CPNS, pelaksanaan ujian hari ini dibatalkan dan ditunda pada Kamis, 18 Desember mendatang,” tegas Syaiful.

Adapun alasan kuat pembatalan tersebut, sebutnya, karena panitia penyelenggara penerimaan CPNS 2008 Kabupaten Batubara tidak ingin terjadi kebocoran soal ujian. “Mereka tak ingin ada kebocoran soal bocor ujian, maka disepakati untuk tunda,” beber Syaiful.

Kata Syaiful, sempat terjadi keributan pada pelaksanaan ujian kemarin. Namun, situasi dapat dikendalikan aparat kepolisian. “Semua biaya pembuatan soal ujian ulang Kamis besok menjadi tanggungjawab UI. Karena mereka yang membuat soal ujian CPNS itu,” sebutnya.

Ditanya mengapa Pemkab Batubara lebih memilih menjalin kerjasama dengan UI? Menurut Syaiful, kerjasama dengan UI dilakukan karena secara administrasi pihaknya tidak pernah mendapat surat imbauan untuk bekerjasama dengan USU dari Pemprovsu.

“Saya tak pernah mendapat surat imbauan perjanjian kerjasama dengan USU, yang ada hanya surat edaran dari Menpan. Tapi saya ngak tahu juga, apa surat imbauan itu disimpan staf saya,” aku Syaiful.

Dirinya berani menjalin kerjasama dengan UI, karena di surat edaran Menpan yang diterimanya tidak disebutkan adanya keharusan kalau seleksi penerimaan CPNS 2008 di Pemkab Batubara mesti bekerjasama dengan USU. “Di surat edaran Menpan yang sampai ke tangan saya, memang kita disuruh bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tapi bukan harus ke USU,” ujar pria yang kini masih menjabat kepala Perpustakaan Daerah Sumut.

Syaiful sendiri mengaku tidak begitu konsern mengurusi masalah penerimaan CPNS 2008 tersebut. Hal itu disebabkan karena tidak lama lagi dia tidak menjabat Pj Bupati Batubara. “Masalah penerimaan CPNS 2008 ini ditangani Sekda. Saya tak urus itu lagi, karena masa tugasnya saya sebagai pj Bupati Batubara sudah mau berakhir,” sebutnya.

Syafri mengaku, kalau dirinya baru tahu ada surat imbauan agar Pemkab/Pemko se-Sumut menjalin kerjasama dengan USU begitu ada acara Penandatanganan Kesepahaman Memorendum of Understanding (MoU) antara Rektor USU Chairuddin P Lubis dengan Gubsu Syamsul Arifin di Kantor Gubsu, pekan lalu.

“Saya baru tahu di situ ada imbauan kerjasama sama USU. Sebelumnya tidak tahu, karena saya memang belum terima surat imbauan itu,” tegas Syaiful.

Menyikapi penundaan pelaksanaan ujian CPNS di Pemkab Batubara, Gubsu Syamsul Arifin mengatakan, akan segera memanggil panitia penyelenggara dan pengawas ujian CPNS Batubara untuk klarifikasi tentang persoalan sebenarnya terjadi di Batubara. “Saya belum tahu kondisinya, nanti saya panggil tim pengawas ujian. Kita tak bisa sembarang panggil, karena otonomi daerah,” ujar Gubsu.

Gubsu tidak mau dipersalahkan dalam kasus batalnya pelaksanaan ujian CPNS Batubara itu. Dia mengaku, jauh hari sebelum ujian digelar telah melayangkan surat imbauan agar kabupaten/kota mau bekerjasama dengan USU. “Kami sudah melayangkan surat imbauan untuk bekerjsama dengan USU, tapi tidak diikuti,” sebut mantan Bupati Langkat ini.

Batalnya pelaksanaan ujian CPNS di Pamkab Batubara disesalkan Wakil Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho. Kata Gatot disela-sela inpeksi mendadak (Sidak) di Kampus UMSU Medan, kasus pembatalan pelaksanaan ujian sebenarnya tidak akan terjadi jika saja Pemkab Batubara mau bekerjasama dengan USU.

“Ya begitu kalau tak kompak. Maunya kita ini bekersama dan sama-sama bekerja di level Sumatera Utara. Padahal sebelumnya Pak Kepala BKD (Mangasing Mungkur) telah mengumpulkan seluruh BKD kabupaten/kota agar mau bekerjasama dengan USU,” kata Gatot.

Pempropsu, lanjut Gatot, mengajak kabupaten/kota se-Sumut menjalin kerjasama dengan USU karena berdasarkan pengalaman ujian 2004, 2006 dan 2007 kerjasama dengan USU hasilnya murni. “Pelaksanaannya bagus, transparan dan murni. Bahkan mendapat penghargaan dari Menpan, mengapa justru kabupaten/kota tidak mengikuti itu, ini yang kita sayangkan. Padahal kita sudah berani untuk menghandle itu, eh tak tahunya mereka mau bertanggungjawab sendiri,” ujar Gatot.

Kepala BKD Sumut Mangasing Mungkur menegaskan, pihaknya tidak begitu mencampuri pelaksanaan ujian CPNS Batubara dan daerah yang tidak bekerjasama dengan USU. Karena sejak awal sudah diminta kerjasama dengan USU, namun tidak mau. “Ada delapan daerah yang tidak bekerjasama dengan USU, tapi ke UI, UGM dan Universitas 11 Maret Solo,” ujarnya.

Delapan daerah itu, yakni Pemkab Tobasa dengan Universitas 11 Maret, Solo, Tapanuli Tengah dengan UGM. Sedangkan Pemko Binjai, Sibolga, Pemkab Simalungun, Batubara, Pakpak Bharat dengan UI.

Karena itu, begitu ditanya batalnya pelaksanaan ujian CPNS Batubara, diapun kurang menguasai. Hanya, dia mendapat informasi, batalnya pelaksanaan ujian CPNS Batubara karena ada soal untuk peserta ujian Pemkab Simalungun masuk ke Pemkab Batubara. “Informasi yang saya terima dari peserta, ada soal untuk peserta Simalungun masuk ke Batubara. Itu informasi sementara yang saya dapat,” ujar Mangasing.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri mengaku heran dengan kebijakan ke-8 Pemkab/Pemko lebih memilih menjalin kerjasama dengan universitas di Jawa. “Padahal dari sisi anggaran, pasti lebih mahal dan itu jelas pemborosan,” ujar Sigit juga anggota Komisi A DPRD Sumut.

Padahal, lanjut Sigit, jika saja seluruh daerah di Sumut mau bekerjasama dengan USU proses pengawasannya lebih gampang. Alasannya karena masih satu pintu. “Kalau ada yang ke USU, UI dan UGM, gimana pengawasannya. Apalagi pembuatan soalnya di Jawa,” sebutnya.

Selaku anggota Komisi A, Sigit sangat menyesalkan sikap Syaiful Syafri. Mestinya, selaku pelaksana tugas bupati (Pj Bupati) Batubara dia patuh kepada Gubernur. “Ini mesti menjadi catatan Gubsu, agar kasur serupa tak terulang. Kita tak ingin, pelaksanaan ujian tercoreng, karena tak transparan dan jujur,’ harapnya.

Anggota Komisi A DPRDSU Abdul Hakim Siagian mengatakan, Komisi A DPRD Sumut akan tetap mengawasi proses penerimaan CPNS tersebut. Itu sudah menjadi tanggungjawab Komisi A. Karenanya, Komisi A tidak lagi membentuk tim, tetapi berkunjung ke tempat-tempat pelaksanaan rekrutmen saat ujian, 16 Desember nanti.

“Jika memang sudah urgen, kami pasti membentuk tim. Tetapi, saat pelaksanaan nanti, kami akan berangkat ke sejumlah daerah,” jelas anggota dewan asal Fraksi PAN ini.

Di Pemprovsu Lancar

Sementara itu, hasil sidak Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho bersama Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Inspektur Provinsi Sumut Nurdin Lubis, Kepala BKD Sumut Mangasing Mungkur, Kepala Kantor Stapol Pamong Praja Sumut Anggiat Hutagalung di Kampus UDA, UMA dan UMSU, tidak ditemukan kebocoran dan kejanggalan. Pelaksanaan ujian CPNS Pemprovsu berjalan lancar.

“Belum kita temukan kejanggalan. Masih berjalan lancar,” ujar Gatot.

Sementara kata Parlindungan Purba, pelaksanaan ujian CPNS di Pemprovsu 2008 ini lebih baik. Menurutnya, sulit para gacok untuk bermain. Pasalnya, foto peserta ujian langsung ditempelkan ke kursi ujian. “Menurut saya, inilah kesempatan orang-orang pintar untuk menjadi PNS. Sulit bagi gacok untuk bisa bermain,” ujarnya.

Pantauan SINDO di Kampus UMSU, Jalan Muktar Basri, pelaksanaan berjalan lancar dan tertib dengan pengawalan lebih dari 15 personil polisi pakaian preman dan dinas. Meski tanggal pengumuman diumumkan, namun ada dua peserta yang telat datang dan salah lokasi.

“Yang satunya telat, satunya lagi udah telat, salah lokasi lagi. Mestinya di kampus UMA, dia datang ke mari,” ujar Uli Sinaga, anggota Satpol PP Pemprovsu yang diperbantukan mengawasi CPNS di UMSU. (m syahyan rw)

~ oleh rahmadlbs pada 16 Desember 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: