Menulis adalah mengukir serangkaian kata yang suatu saat kelak bisa Anda nikmati lagi dan jadi kenangan bahwa Anda pernah ada. Sayang, untuk menulis utuh sebagai sebuah karya ternyata tidak semudah menuliskan kalimat di atas.
Ketika Ribuan Benih PSMS Dibunuh
•25 Mei 2011 • 2 KomentarOleh: Rahmad Nur Lubis
Kalau Anda mencintai PSMS Medan, mestinya saat ini Anda layak menangis. Tim yang pernah menyandang nama besar di kancah sepakbola nasional, kini telah mengerucut menjadi tim yang lunglai dan sekarat.
This slideshow requires JavaScript.
Supir Taksi, Kakek Tua dan Tiket PSMS
•19 Maret 2010 • 2 Komentar“Apa lagi yang bisa dibanggakan dari kota Medan ini? Walikota dan Wakilnya ditahan gara-gara kasus korupsi, Gubernurnya juga disebut-sebut sedang diusut KPK. Eh, PSMS pun entah bagaimana nasibnya.”
Continue reading ‘Supir Taksi, Kakek Tua dan Tiket PSMS’
Rudolf, Dizalimi atau Memang Tak Berijazah?
•19 Maret 2010 • 1 KomentarKendati bukan pendukung Rudolf Pardede, apalagi tim suksesnya, tapi saya bisa membayangkan bagaimana perasaaan pendukung mantan pejabat Gubernur Sumatera Utara ini sekarang. Sedih, kesal, marah dan bingung menjadi satu.
Continue reading ‘Rudolf, Dizalimi atau Memang Tak Berijazah?’
Luna Maya dan Jurnalisme Kumpul Kebo
•26 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarBayar Gaji PNS atau Beli Klub Liverpool?
•26 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Pekan ini, saya merasa seperti seorang pejabat yang baru dilantik. Intensitas dering HP saya meningkat dibanding sebelum-sebelumnya. Bahkan, teman yang selama ini sudah hilang kontak, tiba-tiba nelpon saya.
Setelah berbasa-basi sebentar, di ujung telepon dia langsung menukik kepada pokok persoalan. “Gimana kira-kira kawan, ada nggak jalur kita untuk ngurus masuk CPNS ini?” tanyanya.
Tak Semata Karena KPK, Pak Kapolri
•5 November 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Kalau boleh jujur, saya sebenarnya malas menyikapi persoalan konflik antara KPK dengan Polri yang kini kerap terpampang di media cetak dan layar televisi kita. Saya tak mau dicap latah. Apalagi, saya hanya mengikuti perkembangannya dari media yang bisa saja bias.
Karena itu, saya tidak akan berbicara dari sisi yuridis. Sebab, terlalu naïf rasanya berbicara dari sisi hukum tanpa pemahaman latar belakang persoalan yang komplit.







Komentar Terakhir